[Beware!] Impersonation on Facebook

Dear All,

Mohon untuk diketahui bahwa akun Facebook El-Nino Rezpector (https://www.facebook.com/fakeaccountfrompalembang) adalah akun palsu yang menggunakan identitas dan foto orang lain.

El-Nino eksis di Facebook sejak akhir 2010 dan mengaku bernama Panca Ardiansyah dan menggunakan foto-foto asli dari Panca Ardiansyah yang diambil dari Facebook dan Twitter Panca Ardiansyah.

El-Nino (Panca palsu) mengaku tinggal di Kalimantan dan kerja di PT. PLN. Dan berbahasa aktif Palembang.

Sampai dengan saat ini, El-Nino (Panca palsu) telah berhasil menipu orang lain dengan cara berpura-pura jadi Panca dan berpacaran dengan beberapa perempuan yang berdomisili di Palembang. Namun selama mereka berpacaran tersebut, tidak ada satu pun dari perempuan tadi yang pernah bertemu langsung dengan El-Nino (Panca palsu).

Read more of this post

Youth Voltage: Collaborate to Celebrate

“Youth Voltage: Collaborate to Celebrate” is a youth festival that organized and presented by a collaboration of two local clothing lines from Karawaci, Tangerang: Gristle Industry and Dyslexis.

This event contains of three elements: music show, skateboard and fixed gear freestyle contest, and also clothing line expo.

Music show will perform local band from Tangerang and Jakarta:
– Sepatuara
– Eulogy
– Buronan Mertua (Jakarta)
– Erik Indarto (He will also release his “Sketches Full of Treasure” album at this event)
– Citizen Useless (Jakarta)
– Reds Bloody Lips
– Rhetoric States
– Roofies
– Long Gone Before Daylight
– Maryatie
– Sibilus
– Saint Killer
– Kilometer
– Juice Confused
– Hallo Morning

There will be two special guests as follow:
– Efek Rumah Kaca (Jakarta)
– Burgerkill (Bandung)

It’s also supported by Podium Skate All Day (Tangerang) who will handle the skateboard competition. And the equipment is powered by DC Shoes (USA), they also provide us the products for reward to the skateboarders. There are also Emerica (USA) and Motion Skateboard (Bali) who will support us on the skateboard competition. In FGFS contest, there will be Alpha Lab (Bandung) who will support us the reward for the bikers.

Here is the local brand that support this event: Dazzle & Angel, Incubation Series, Matiz Company, Nerve Invention, Derere, Hattrick, Kidney, Allmost, The After Ending, Squizzle, DSECloth, GTPS, Hope Attack, and Toko Hemp. With Tangerang Calling, Star Radio 107.3 FM, Happen Skateboarding Magazine, Headbanger Magazine, TOSwebZine, Federasi Skateboarding Indonesia as media partners, and Bareng-Bareng Design Studios as documentation supporter.

This event will be held on Saturday, February 16, 2013 at GOR Tangerang Dimyati. In indoor area for music show, and outdoor area for contest and expo.

Youth Voltage is also supported by CoklatFamily and Brainwash as the team. And will be hosted by @dika27 a.k.a Congor.

Be there and be one of the audiences at this great event. For further information, please contact @dhanikatrok at 081310700604 / 085718682107.

Rundown:

  1. 13:00 – Juice Confused
  2. 13:20 – Hallo Morning
  3. 13:40 – Sepatuara
  4. 14:00 – Long Gone Before Daylight
  5. 14:20 – Saint Killer
  6. 14:40 – Roofies
  7. 15:00 – Rhetoric States
  8. 15:20 – Sibilus
  9. 15:40 – Kilometer
  10. 16:00 – Reds Bloody Lips
  11. 16:20 – Maryatie
  12. 16:40 – Erik Indarto
  13. 17:10 – Efek Rumah Kaca
  14. 19:00 – Citizen Useless
  15. 19:20 – Eulogy
  16. 19:40 – Buronan Mertua
  17. 20:00 – Burgerkill

Flyer_Small

Cerita @indahbeauty Tentang Ahok Saat Banjir Jakarta 2013

Nggak lama setelah @janes_cs sharing tentang 100 Hari Jokowi, temannya yang juga reporter stasiun TV berita yang saat ini bertugas meliput Ahok selama menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI juga ikut berbagi cerita pengalamannya menjadi ‘follower’ Ahok. Berikut kisah dari @indahbeauty di timeline Twitternya yang diproteksi itu, dimulai dari percakapannya dengan Janes…

Read more of this post

Sekilas Review 100 Hari Jokowi Menjabat Gubernur DKI dari @Janes_CS

Berikut ini adalah rangkaian tweet dari reporter stasiun TV berita yang bertugas meliput Jokowi selama masa jabatan beliau sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 100 hari pertama sejak 15 Oktober 2012. Ia adalah Janes C. Simangunsong di @janes_cs. Selamat membaca…

Read more of this post

Online Selling?

Beberapa tahun terakhir, cakupan internet di Indonesia semakin meluas. Pengguna internetpun sangat beragam, dari anak sekolah sampai dengan artis terkenal. Dari tukang becak, sampai menteri.

Penggunaan internet sehat juga semakin hebat, salah satunya dimanfaatkan oleh pengusaha UKM yang mulai merintis usahanya secara online. “Online Seller”, begitu kita menyebut para pelaku usaha ini.

Tentunya akan selalu ada kekurangan dan kelebihan berbisnis online. Namun dengan ketekunan dan kegigihan, serta niat yang dan rasa pantang menyerah, rasanya kekurangan yang meliputi bisnis online ini bisa diatasi dengan mudah.

Apa saja, sih, yang menjadi penghambat kita ketika menjadi Online Seller? Coba diperhatikan beberapa poin penting berikut, beserta cara mengatasinya: Read more of this post

#TWITALK on Media Indonesia

#TWITALK's CREWS AND FRIENDS

TWITALK

BERCAKAP-CAKAP DI TWITALK

Ketika sebuah talk show dikemas dalam 140 karakter, pemanfaatan Twitter tak
sebatas untuk pertemanan saja, tapi juga bisa untuk mengenal berbagai tokoh atau
figur publik secara lebih dekat.

ADA ritual wajib yang dilakukan PancaSyah, Tessi Fathia, dan Pungkas Riandika tiap Kamis pukul 21.00 waktu setempat. Layaknya sebuah tim produksi di stasiun televisi, mereka siap mengawal sebuah acara live talk show yang hadir saban minggu. Bedanya, interaksi tanya jawab ini tak berlangsung dalam pertemuan tatap muka atau dialog radio, tetapi hadir di ranah digital dalam format teks 140 karakter. Dengan nama Twitalk, talk show dihadirkan secara live dari akun @TwitalkID, yang didaulat sebagai pembawa acara.

Adapun narasumber merupakan figur publik yang sekaligus pengguna Twitter. Rutinitas live talk show itu dimulai beberapa saat sebelum pukul 21.00. PancaSyah akan bersiap di depan komputer, menjadi seseorang maestro di balik akun @TwitalkID. Tugasnya cukup merepotkan. Selain memberikan pertanyaan kepada narasumber lewat tweet, ia wajib memantau mention dari berbagai peserta talk show menit demi menit, tanpa boleh ada yang luput tak terbaca. Maklum, dalam konsep Twitalk, pertanyaan tidak disusun secara utuh. Dari 10 pertanyaan yang diajukan, hanya empat yang dipersiapkan tim produksi. Sisanya pertanyaan pilihan yang diajukan peserta yang mengikuti talk show ini. “Jadi seperti seorang pembawa acara, ia harus fokus bertanya kepada narasumber. Tapi di saat yang bersamaan harus mendengarkan semua pertanyaan yang keluar dari para
peserta,” jelas Pungkas, salah seorang penggagas Twitalk.

Walau interaksi hanya dilakukan pada layar komputer, Panca mengaku grogi tiap kali beraksi. “Saya ingat, waktu pertama kali jadi admin, rasanya tegang banget. Karena prosesnya kan sangat bergantung dengan koneksi internet,” katanya. Karena tak selalu di rumah, Panca bisa memoderatori talk show di mana saja. Biasanya, ia mampir ke kafe untuk membuka internet
lewat laptop di sela perjalanan pulang. “Paling apes ya kalau lagi di jalan, saya cuma bisa pakai ponsel. Kalau koneksinya lagi jelek, terpaksa deh minta di-back up dulu,” curhatnya.

Panca memang tak kerja sendiri. Pungkas yang berada di Yogyakarta dan Tessi di Jakarta siap memantau Twitalk lewat ponsel di mana pun mereka berada. Mereka bertugas memberi masukan kepada Panca tentang pertanyaan mana yang boleh dipilih, dan mana yang tidak. “Kadang 10 pertanyaan itu diperoleh dari peserta. Kadang juga dari kita. Prinsipnya adalah bagaimana membuat rangkaian pertanyaan itu bisa menggambarkan sisi lain dari si tokoh,” kata Tessi. Read more of this post