Konspirasi di Warung Kopi dari Negeri Dongeng

Alkisah ada seorang pengusaha sebuah warung kopi bernama Pak Arjuna yang telah memulai usahanya sejak tahun 1978 yang kini sedang terancam tersingkir karena kompetisi. 

Pak Arjuna yang tujuh tahun sebelum membuka usaha tersebut pernah bertani kopi di Toraja selama sebelas tahun bersama sang istri, saat ini sedang tertawa lepas—meski sejak tiga tahun belakangan terancam tersingkir dari bisnis warung kopi ini—pasalnya satu-satunya ancaman terbesar dapurnya tetap ngebul tersebut, saat ini sedang terlibat sebuah masalah cukup serius. 

Era serba digital dari alat hitung hingga pemasaran, bikin bisnis warung kopi berubah bentuk. Ini yang tidak bisa Pak Arjuna ikuti perkembangannya, entah kenapa. Mungkin karena Pak Arjuna dan istri tidak memiliki anak. Ah, tapi sepertinya bukan. 

Tiga tahun belakangan, ada sebuah kafe yang dibangun di dekat warung kopi Pak Arjuna. Kafenya bagus sekali. Dekornya artsy, kalau kata followers Hypebeast. Hebatnya, kopi yang mereka jual amat sangat murah. Hanya beda dua hingga tiga kali lipat dari kopi yang dijual Pak Arjuna.

Namanya The Hanoman. Kafe inilah yang memikat hati banyak langganan Pak Arjuna yang ingin terlihat lebih keren sedikit saat ngopi, apalagi jadi bisa membawa pasangan. 

Suatu malam saat sedang berkontemplasi bersama sang istri dengan dua linting ganja, Pak Arjuna terpikirkan sebuah rencana yang sebetulnya menurutnya jahat, tapi ingin sekali ia coba. 

“Sekali saja berbuat jahat kepada kapitalis tak punya hati tidak masalah buatku,” kata Pak Arjuna kepada diri sendiri yang sejak 25 tahun belakangan sudah tidak percaya agama, namun tetap menjadi pribadi yang sederhana dan bersahaja.

Apalagi menurut Pak Arjuna, orang-orang seperti pemilik The Hanoman ini berasal dari dunia yang berbeda, orang-orang yang bukan bagian dari semesta hidup Pak Arjuna. 

Akhirnya rencana tersebut berani ia jalankan. Melalui ponsel Sri, pegawai di warung Soto Lamongan yang juga keponakan dari pemikik warung makan di sebelah warung kopinya, Pak Arjuna mengirimkan pesan kepada Gatot, keponakan istrinya yang ada di kampung, untuk segera datang ke rumah Pak Arjuna. 

“Daripada Gatot main burung saja di kampung,” pikir Pak Arjuna. 

Singkat cerita Gatot sudah tiba di rumah Pak Arjuna. Tanpa basa-basi, Pak Arjuna meminta Gatot duduk di ruang tamu dan mendengarkan rencana setengah jahat Pak Arjuna itu. 

Seperti inilah rencana Pak Arjuna dalam menyelamatkan warung kopi miliknya, yang bahkan istrinya pun baru pertama kali menyimak:

Pak Arjuna ingin Gatot meniti karir di Kafe Hanoman dari mulai posisi terbawah hingga menjadi pegawai yang paling dipercayai di kafe fancy tersebut. 

Tujuannya adalah, suatu saat di masa depan Gatot menghancurkan bisnis Kafe Hanoman dari dalam. 

Musuh dalam selimut kalau kata Slank. 

Gatot yang kurang terpelajar namun cerdas ini akhirnya melemparkan pertanyaan memecah keheningannya menyimak rencana sang paman, “lalu imbalan untukku apa?” 

“Kau kuangkat sebagai anak, segala hal yang kumiliki akan menjadi milikmu kelak.”

“Baik, Paman. Saya terima tantangannya.”

Memang sudah keturunannya memiliki karakter yang bersahaja, benar saja bahwa Gatot dengan cepat memikat hati majikannya. Ia kini dipercaya untuk menduduki jabatan sebagai kasir.

Inilah momen yang tepat untuk Pak Arjuna melemparkan salah satu peluru jahatnya untuk Kafe Hanoman. 

Omong-omong, ini sudah peluru yang ketiga. 

Skenario peluru kali ini adalah:

Gatot sebagai kasir menerima pembayaran melalui kartu debit. 

Proses pembayaran sengaja digagalkan. 

Pelanggan yang lengah tidak meminta bukti pembayaran dibiarkan pergi, seolah pembayaran berhasil. 

Terjadi perbedaan angka saat closing dan settlement. 

Pemilik kafe meminta penjelasan sekaligus dengan bukti CCTV. 

Gatot mengarang cerita bahwa pelanggan melakukan penipuan dengan kabur tanpa membayar.

Pada semesta yang lain, sepasang kekasih Rama dan Sinta menghadiri perkumpulan rutin mereka dengan teman-temannya. Kali ini—meski bukan pertama kalinya—mereka berkumpul sambil merayakan hari pergantian tahun sebuah negeri komunis di Kafe Hanoman. 

Saat melakukan pembayaran untuk pesanan dia dan teman-temannya menggunakan kartu debit Rama, Sinta lengah dalam hal menerima bukti transaksi. 

Akhirnya sekian banyak kesempatan yang Gatot pernah coba kali ini berhasil. 

Sinta masuk ke perangkap Gatot. 

Sampai di sini Gatot langsung melapor ke Pak Arjuna untuk meminta arahan apa saja yang selanjutnya harus dia lakukan. 

Pak Arjuna ingin pemilik mempercayai kebohongan Gatot dan dengan murka mencari Sinta melalui media sosial. Sebuah media yang sengaja tak pernah disentuh Pak Arjuna, dan bahkan Gatot saja hanya tahu Facebook. 

Benar saja, dengan bodohnya pemilik Kafe Hanoman menyebarkan poster digital dan secara sepihak menetapkan Sinta sebagai tersangka, tanpa pernah melaporkan ke pihak berwenang sebelumnya. 

Sebagai pasangan terpelajar kekinian yang melek dengan UU ITE dan tak terima nama baiknya dicoreng karena perkara uang ratusan ribu, Rama dan Sinta ingin menuntut balik pemilik Kafe Hanoman. 

Akankah rencana jahat Pak Arjuna dalam menghancurkan Kafe Hanoman berhasil? 

Ataukah justru Gatot yang jadi korban dan harus menetap di balik jeruji besi? 

Plot twist:

– Rama adalah anak Pak Arjuna dari hubungan gelapnya dengan wanita dari dunia lain.

– Pak Arjuna dan Rama mengetahui status hubungan mereka satu sama lain. 

– Sinta adalah anak satu-satunya dari pengusaha pemilik supermarket waralaba asal Negeri Matahari di seberang Kafe Hanoman. 

Advertisements

About pancasyah
There will be the time I've been the person you want to talk with, but end up being the person you want to talk about. | An introverted expressionist.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: