Shoebox Project

“Dari filosofi sebuah kotak sepatu, menjadi ‘kotak amal’ pembersih hati dan jiwa…”

Siapakah di antara teman-teman di sini yang senang menyimpan kotak sepatu? Rajin membersihkannya, tersusun rapi di kamar, dan masih lengkap dengan kertas pembungkus serta tag harga sepatu di dalamnya?

Saya adalah salah satunya. Beberapa kotak dari sedikit sepatu yang saya punya masih tersimpan dengan baik. Masih saya gunakan untuk menyimpan sepatu yang jarang dipakai. Meski sepele, sebetulnya kotak sepatu ini memang akan selalu berguna walaupun sepatunya sudah melanglang buana bersama kaki kita. Si kotak masih setia menunggu untuk kembali digunakan.

Atau selain digunakan untuk menyimpan sepatu, tidak sedikit dari kita memanfaatkan kotak sepatu itu untuk menyimpan benda-benda lain. Seperti berkas-berkas, surat cinta, surat tagihan, kartu ucapan, dan lain sebagainya. Bahkan ada juga yang menjadikan kotak sepatu itu sebagai rumah atau kandang bagi hewan peliharannya. Anak ayam atau hamster misalnya. :D

Akhir pekan lalu, tepatnya tanggal 30 Oktober 2010, untuk pertama kalinya saya ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosial bernama Shoebox Project di Pangalengan, Bandung.

Apa itu Shoebox Project?

Adalah sebuah proyek sosial yang pertama kali diinisiasi oleh Beriozka Anita, atau biasa dipanggil Ozka, yang bertujuan untuk saling berbagi dan peduli terhadap sesama. Berawal dari seorang adik Ozka yang mendapatkan tugas dari gurunya di sekolah dasar untuk mengumpulkan peralatan mandi ke dalam kotak sepatu dengan jumlah nilai kurang dari lima puluh ribu rupiah. Dari situlah Ozka terinspirasi untuk melakukan hal serupa, mengumpulkan teman-temannya yang ingin mendonasikan uang senilai lima puluh ribu rupiah yang dimasukkan ke dalam kotak sepatu setiap bulannya.

Namun karena pengumpulan kotak sepatu agak sulit direalisasikan serta kesibukan Ozka dan teman-temannya yang membentur niat untuk menjalankan proyek ini setiap satu bulan sekali, maka proyek ini dilakukan tanpa mekanisme pengumpulan kotak sepatu dan diadakan setiap dua bulan sekali.

Ozka tetap menggunakan nama Shoebox Project, karena analoginya yang tepat untuk kegiatan ini. Sepatu yang dianalogikan sebagai hati dan jiwa kita, dan kotak sepatu sebagai mereka yang kita kasihi dan perhatikan. Mereka yang kurang beruntung itulah yang sebetulnya kita butuhkan untuk membersihkan dan menjaga hati kita. Sebagai pengingat kita untuk selalu bersyukur atas apa yang kita miliki.

20 Februari 2010 adalah hari pertama kalinya Shoebox Project dilaksanakan. Dengan sasaran pencapaian senilai Rp 5.000.000,-, Panti Asuhan Seia Sekata di bilangan Cakung menjadi tempat pertama dikunjungi. Proyek selesai secara baik dan menyenangkan dengan pencapaian donasi melebihi sasaran.

Proyek-proyek selanjutnya yang diadakan setiap dua bulan sekali juga selesai dilaksanakan dengan lancar, tentunya dengan sasaran dan pencapaian yang grafiknya selalu meningkat pula.

Sampailah di proyek kelima pada tanggal 30 Oktober lalu yang pada kali ini saya berkesempatan untuk ikut berpartisipasi di dalamnya. Bersama Ozka dan beberapa teman lain yang berjumlah 16 orang, kami bertolak dari tempat pertemuan di Kuningan, Jakarta, ke sekolah korban gempa yang berlokasi di Pangalengan, Jawa Barat. Pada proyek kali ini kami memberikan donasi hanya berupa buku-buku dan bahan baku pembuatan meja, kursi, dan lemari.

Mengapa kami mendonasikan bahan baku pembuatan meja, kursi, dan lemari? Karena selain memberikan sumbangan, kami juga ingin mengedukasi warga sekitar bagaimana cara membuat kursi dan meja untuk sekolah itu. Sesuai dengan tema Shoebox Project kali ini, “Jangan berikan ikan, tetapi kailnya”.

Mengapa hanya kursi dan meja? Karena sebelum tim Shoebox, para donatur sebelumnya telah membantu merehabilitasi sekolah ini dan 6 kelas di dalamnya menjadi tahan gempa. Sayangnya di sekolah ini belum ada kursi dan meja sehingga para siswa dan guru harus melakukan kegiatan belajar mengajar di lantai. Padahal daerah penghasil susu sapi ini terletak di tengah-tengah pegunungan yang dingin.

Tak disangka, kedatangan kami hari itu disambut dengan sangat baik dan meriah oleh guru-guru dan siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah Hidayatul Islam yang berlokasi di Desa Margamulya, Pangalengan itu. Sambutan awal dibuka oleh Ridwan Kamil, atau biasa disapa Mas Emil, seorang arsitek, dosen, penulis, urban designer, yang juga pendiri sebuah jasa konsultan perencanaan, arsitektur, dan desain bernama Urbane. Beliau pulalah yang merehabilitasi madrasah ini menjadi tahan gempa bersama timnya di Urbane.

Sambutan kedua oleh Kepala Madrasah, yang dilanjutkan dengan tarian, nyanyian, dan pembacaan puisi oleh siswa-siswi madrasah yang setingkat sekolah dasar itu. Suasana yang menyejukkan hati ini membekas dan berlalu sampai pada penyerahan peralatan donasi oleh Ozka kepada Kepala Madrasah secara simbolis.

Waktu makan siang tiba, kamipun digiring ke rumah Kepala Madrasah yang terletak persis di sebelah sekolah untuk makan siang. Hidangan nasi kuning yang telah disiapkan oleh pihak sekolah semakin mengeratkan rasa kekeluargaan kami. Tepat jam 2 siang kami bersama-sama melakukan kerja bakti membangun lemari untuk perpustakaan, mengamplas kursi, mengecat kursi, membagikan buku, dan lain sebagainya sampai sekitar jam 5 sore.

Tidak ada hal yang lebih membahagiakan selain membuat orang lain tersenyum bahagia. Itulah yang kami rasakan akhir pekan itu. Tim Shoebox Project telah sukses menyelesaikan kewajibannya. Pada proyek kelima ini tim Shoebox berhasil mengumpulkan sebanyak 138 donatur dengan jumlah donasi senilai Rp 52.626.000,-. Sangat jauh melampaui sasaran yang hanya Rp 28.000.000,-. Patut disyukuri karena masih banyak sekali orang baik yang peduli terhadap sesama. :)

“Karena setiap aksi sosial merupakan batu loncatan menuju Surga…” – Henry Ward B.

————————————————-

  • Segala hal mengenai kegiatan dan informasi lainnya tercatat dan dilaporkan di blog http://shoeboxproject.wordpress.com
  • Informasi singkat berjumlah 140 karakter berupa kicauan bisa diikuti di twitter @shoeboxproject
  • Informasi lebih lanjut tentang Shoebox Project silakan ditanyakan melalui email shoeboxprojects@gmail.com

Kamis yang indah,
PancaSyah

Advertisements

About pancasyah
There will be the time I've been the person you want to talk with, but end up being the person you want to talk about. | An introverted expressionist.

2 Responses to Shoebox Project

  1. diana says:

    yap,semalam Ozka cerita tentang antusiasme kalian,donatur,dan warga ketika kalian kesana.jadi penasaran serunya!

  2. Pingback: Tweets that mention Shoebox Project « Left and Right -- Topsy.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: